Kamis, 13 Januari 2011
Kabar Buruk dari Toni
Beritabola.com Turin - Luca Toni membawa kabar kurang menyenangkan buat tim barunya, Juventus. Penyerang jangkung itu mengalami cedera lutut dan ada kemungkinan bagi dia absen cukup lama.
Di partai keduanya berseragam 'Hitam-Putih', Toni mengalami cedera kala berhadapan dengan Catania di ajang Coppa Italia, Jumat (14/1/2011) dinihari WIB. Ada pun hasil pertandingan itu dimenangkan bianconerri dua gol tanpa balas dan lolos ke perempatfinal.
Di laga tersebut, Toni cuma mampu bermain selama 15 menit saja. Ia meninggalkan lapangan dengan terpincang-pincang dan digantikan oleh Alberto Aquilani.
Football Italia melaporkan bahwa situs resmi Juventus menyebutkan kalau lutut kanan Toni terkilir. Penyerang berusia 33 tahun itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada keesokan harinya.
Meskipun hanya terkilir namun bukan berarti Juve bisa santai. Jika ternyata otot ligamen Toni yang cedera maka si pemain dapat absen dalam waktu yang tidak sebentar.
Kabar cederanya Toni ini jelas menimbulkan masalah di barisan depan La Vecchia Signora. Apalagi Juve telah lebih dulu ditinggal Fabio Quagliarella yang out sampai akhir musim.
(dtc/rin)
Coppa Italia - Juve Lolos ke 8 Besar
Beritabola.com Turin - Juventus tanpa kesulitan melaju ke babak perempatfinal Coppa Italia. Tiket 8 besar diraih 'Si Nyonya Tua' usai menundukkan Catania 2-0 di babak perdelapanfinal.
Memainkan satu leg perdelapanfinal di Stadion Olimpico Turin, Jumat (14/1/2011) dinihari WIB, Juve unggul berkat gol yang dicetak oleh Milos Krasic dan Simone Pepe.
Di babak perempatfinal, Juve akan menghadapi pemenang duel dua tim kota Roma, AS Roma kontra Lazio, yang laganya baru akan dihelat pada 19 Januari mendatang.
Jalannya pertandingan
Dalam laga ini, Juve kembali diperkuat oleh kiper utama Gianluigi Buffon yang sembuh dari cedera panjang serta dibela oleh Luca Toni, striker yang dipinjam Juve dari Genoa.
Juve membuka keunggulan saat pertandingan berjalan 35 menit. Menyambut umpan silang Alesandro Del Piero, Krasic dengan mudah membobol gawang Catania dengan sepakannya dari jarak dekat.
Beberapa menit berselang, tim tuan rumah seharusnya bisa memperlebar keunggulan saat umpan Del Piero membuat Claudio Marchisio tinggal berhadapan dengan kiper Andrea Campagnolo, tetapi sepakan Marchisio dijinakkan kiper lawan.
Babak kedua berlangsung sembilan menit, Juve menggandakan skor jadi 2-0. Dari umpan korner Del Piero, bola disundul Giorgio Chiellini menuju Pepe yang dengan satu sontekan merobek gawang Catania.
Di menit 56, Juve mencetak satu gol lagi yang kemudian dianulir wasit. Kali ini, Pepe sudah terperangkap off-side sebelum melepaskan tembakan menyambut umpan Del Piero.
Catania sempat membahayakan gawang Juve di menit 82. Kali ini tendangan Simone Pesce yang berbelok arah masih bisa ditepis Buffon yang meregangkan tubuhnya.
Skor 2-0 buat Juventus pun bertahan sampai laga berakhir dan La Vecchia Signora berhak atas tiket perempatfinal.
Susunan pemain
Juventus: Buffon; Sorensen, Bonucci, Chiellini, Grosso (Grygera 46); Krasic, Melo, Marchisio, Pepe; Del Piero (Motta 90), Toni (Aquilani 18)
Catania: Campagnolo; Silvestre, Augustyn, Spolli (Strumbo 90), Marchese; Sciacca, Martinho (Pesce 76), Delvecchio; Mascara (Gomez 73), Ricchiuti; Antenucci
(dtc/arp)
Lampard Curhat Soal Chelsea
Beritabola.com Jakarta - Chelsea dalam keadaan buruk karena cuma menang dua kali dari sebelas pertandingan terakhirnya di Premiership. Pemain berpengaruh Frank Lampard menyibak apa yang sedang terjadi di timnya.
Memenangi lima laga awalnya dan mencetak 21 gol, Chelsea mulai menurun sejak awal November. Dalam 11 pertandingan mereka hanya menang dua kali dan kalah lima kali, termasuk di laga terakhir melawan Wolverhampton 0-1.
Dalam wawancaranya dengan The Sun, Lampard mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya seperti kehilangan kepercayaan diri bahwa mereka bisa memenangi setiap pertandingan, sebagaimana mentalitas itu membuat mereka meraih dua gelar di musim lalu: liga dan Piala FA.
Media setempat berspekulasi bahwa kepergian asisten manajer yang populer di Stamford Bridge, Ray Wilkins, sangat mengguncang dressing room "Si Biru". Secara tidak langsung Lampard mengiyakan, walaupun itu semua sudah terjadi.
"Kami memenangi dua piala musim lalu. Kami semua bersama-sama termasuk Ray. Tapi Ray sudah tidak di sini lagi. Klub membuat banyak keputusan, dan jika Roman Abramovich tidak di sini, kami takkan memenangi tiga titel Premier League," tuturnya.
"Banyak hal penting di luar lapangan, tapi kami menepikan sebuah sisi yang cukup baik untuk menundukkan tim-tim yang pernah mengalahkan kami. Sebagai individu-individu, kami tak boleh menjadikan Ray sebagai alasan. Kamilah yang harus tampil baik.""
Musim lalu Chelsea justru menggila sejak disingkirkan Inter di Liga Champions. Mereka menutup musim dengan menjuarai liga dan Piala FA. Mereka memenangi sembilan dari 10 laga pamungkasnya di liga, termasuk atas Manchester United dan Liverpool, juga dengan skor telak 5-0 atas Portsmouth, 7-1 atas Aston Villa, 7-0 atas Stoke City dan 8-0 atas Wigan.
“Saya tidak ingat kapan kami berpikir takkan menang di setiap pertandingan," lanjut Lampard. "Saat ini ada sedikit perasaan bahwa kami tidak yakin apa yang akan terjadi jika kami turun ke lapangan.
"Jujur saja, kami semua berpikir begitu. Seperti itulah. Anda tak bisa mencegahnya. Itu tidak mengubah keinginan untuk menang, tapi Anda tak bisa menahan perasaan itu seakan-akan kami belum bisa menang."
Keadaan seperti itu mirip dengan hari-hari menjelang berakhirnya periode Luis Felipe Scolari di Chelsea. Para pemain seperti tidak yakin bisa menang setiap minggu.
"Kami harus bekerja keras seperti kami bekerja keras dalam latihan. Kami harus bekerja dengan arah yang sama, mengikuti manajer. Kalau bisa seperti itu, saya percaya kami bisa bangkit. Kalau tidak, kami takkan pulih."
(dtc/a2s)
Langganan:
Postingan (Atom)


